Karya

******
Tafakur sejenak..
Duduk bersimpuh pejamkan mata,
Menerawang Alam semesta ciptaan-Mu yang terindah,
Dibalut lantunan dzikirullah,
Kejernihan mata hati ini kutemukan,
Ke-Agung-an Mu Ya Allah..Subhanallah..
*******
Sang Ayah menasehati anak perempuannya yg masih SMP yg masih suka bemain2 di seusianya : “Nak,Jangan pernah berhenti belajar, kelak besar nanti Jadilah wanita mandiri yang sukses dunia dan akherat yaa…”
Dan…Saat sudah besar skrg ini tidak lagi terdengar nasehat2 mulia yg selalu mnjadi panutan anaknya, duduk bersimpuh tersadar diatas sajadah panjang ini..Suara lirih bercampur haru terlontar ‘trimakasih pada Ayahanda tercinta’ dalam balutan doa2 malam…Ya Allah sayangilah Ayahanda ,terimalah disisi Mu yg paling Mulia dan terimalah doa2 kami>>Aamiin Ya Rabb(Berbalas budilah pada orang tua yg masih hidup sebelum terlambat)

******
Hidup ini adalah Anugerah,ada banyak harapan tercurahkan,namun yg terpenting adalah Bersyukur atas Nikmat “SEHAT” yg masih bisa kt rasakan hingga hr ini.
********
Wahai Awan..
Kau alihkan pandangan ini,
Kapas kapas putihmu membumbung tinggi,
pancarkan aura cerahmu,
menebarkan atmosfir positif,
meneduhkan jiwa2 yg kosong,
Mengisi keyakinan pada yg satu,
Menjadikan optimis .
*******
Sahabat sejati

Saling menerima kekurangan,
Selalu ada dikala sedih,
Dan Bersikap apa adanya,
saling bertukar pikiran positif,
Sama2 menemukan visi kedpan,
Saling support progress, potensi dan impian masing2,
Dan Saling Menasehati di jalan Kebaikan.

********
Thou_Shall_Not_Pass_Fantasy
Tahunan tak terasa
menguap tak berabu
tersisa kepulan asap
mengepung lorong2 waktu.

Dimanakah pusaran itu?

Hampa tak bersuara,

Langkahnya mengapung,

tersendat kehilangan arah.

Suara hati bergemuruh,

Pecahkan gelombang sunyi,

mengeruk bongkahan dinding berkarat,

masih adakah denyut kehidupan?

Diamnya bukan membisu,

hanya raganya tak bergerak,

suara jeritan hati sudah sampai ke langit,

Wahai Engkaulah Maha Penerang hati.

*****

1

Dalam keheningan sepertiga malam,
Teduhmu menyekap alam sadar ini,
Menelisik bingkai mata bathin,
menyapa kepekaan relung jiwa,

Begitu panjang hadirnya sang waktu,
Menyisakan ruang qolbu suci,
Seakan malam enggan berpisah,
Dari lantunan butiran butiran Tasbih

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s